Site Overlay

Warga Bogor yang Kena PHK Bisa Rp 2, 5 Juta, tetapi Ada Syaratnya

jpnn. com , BOGOR – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku telah menyiapkan bantuan sosial (bansos) istimewa warganya yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi COVID-19, berupa uang tunai senilai Rp 2, 5 juta.

“Ini bentuk tindak lanjut dari perbaikan ekonomi korban PHK, akan memiliki bantuan Rp 2, 5 juta, ” ucapnya, Jumat (16/10).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menyiapkan pagu perkiraan Rp 28 miliar dalam APBD Perubahan Tahun 2020 untuk pemulihan ekonomi, berupa bansos korban PHK terdampak pandemi dan bantuan permodalan usaha mikro, kecil dan membuang (UMKM).

Mengucapkan Juga:

Ade Yasin menyebutkan, istimewa bagi penerima bantuan korban PHK akan didata oleh dinas tenaga kerja (disnaker) melalui masing-masing jawatan kecamatan, sedangkan bantuan modal UMKM dikelola oleh dinas koperasi & UMKM.

“Kalau kuota, kami serahkan sesuai hasil verifikasi, jumlah totalnya Rp 28 miliar, orangnya didata disnaker & dinas koperasi dan UMKM mencuaikan kecamatan, ” kata Ketua Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor itu.

Ade Yasin berniat, bulan ini dana bantuan sosial pemulihan ekonomi tersebut bisa dicairkan, setelah rampung pendataan di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Baca Juga:

Sementara itu, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bogor Yous Sudrajat menyebutkan bahwa tersedia beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi setiap calon penerima bantuan baik tersebut, seperti surat keterangan PHK, kartu identitas diri, dan lain-lain.

Menurutnya, salinan persyaratan calon penerima PHK didaftarkan dari masing-masing kantor kecamatan ke Disnaker Kabupaten Bogor, sampai agenda 21 Oktober 2020.