Site Overlay

Sinergi Bea Cukai Tegal dan Pamtas RI-Malaysia Awasi Perbatasan

jpnn. com , SLAWI semrawut Brigif-4/Dewa Ratna mengadakan pelatihan pada 450 orang anggotanya melalui gambar conference di empat lokasi dengan mengundang  Bea Cukai Tegal untuk memberi pembekalan,   pada Rabu (24/6) lalu.

Kesibukan tersebut sebagai bentuk persiapan perlindungan perbatasan darat di wilayah Kalimantan Barat.

Kepala Subseksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tegal Bambang Kristiawan, memaparkan mengenai ketentuan pelintas pemisah yang keluar masuk Indonesia.

Baca Juga:

Dia menyampaikan bahwa batas bawaan bahan pribadi pelintas batas di tiap negara berbeda besarannya.

“Pelintas batas yang muncul dari Papua Nugini dibolehkan mendatangkan barang pribadi paling banyak senilai USD300 per orang per bulan, dari Filipina paling banyak senilai USD250, dari Timor Leste memutar banyak senilai USD50, dan sejak Malaysia paling banyak senilai MYR600, ” paparnya.

Besaran tersebut ditetapkan dalam Sistem Menteri Keuangan nomor 80/PMK. 04/2019 tentang Impor dan Ekspor Bahan yang Dibawa oleh Pelintas Batas dan Pemberian Pembebasan Bea Menyelap Barang yang Dibawa oleh Pelintas Batas.

Menyuarakan Juga:

“Penentuan besaran tersebut telah disesuaikan berdasarkan perjanjian bilateral mengiringi negara yang bersangkutan, ” membuka Bambang.

Jelas juga menjelaskan bahwa apabila terlihat pelintas batas yang membawa bahan melebihi batas yang ditentukan, maka atas kelebihan barang tersebut diperkenankan untuk diekspor kembali ke luar wilayah Indonesia (daerah pabean).

Data SGP