Site Overlay

Pengkritik Menduga Kebijakan PSBB Anies Semata-mata Pencitraan Politik

jpnn. com , JAKARTA – Penyelidik politik Dedi Kurnia Syah menyuarakan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total sebagai preskripsi yang bermata dua. Kebijakan itu bisa saja bermuatan untuk menangani kesehatan masyarakat atau hanya sekadar pencitraan politik belaka.

“Bergantung bagaimana kebijakan itu diimplementasikan, jika PSBB berhasil dijalankan sesuai dengan kebutuhannya, mengurangi interaksi antarorang, yang salah satunya ialah menutup industri di Jakarta tengah waktu, maka kebijakan itu pure untuk kesehatan, dan tentu harus ada sanksi dari pelanggaran PSBB, ” kata Dedi kepada JPNN. com, Selasa (15/9).

Namun demikian, Dedi membuktikan apabila kebijakan Anies itu berkelakuan imbauan, maka PSBB hanya bersemangat politis belaka. Dedi mengungkap bukti bahwa Anies gagal mengomunikasikan kecendekiaan antarpemerintah, seperti dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto atau Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Airlangga menyebut kebijakan Anies itu membuat indeks harga saham ikatan (IHSG) anjlok. Sedangkan Agus Gumiwang menekankan bahwa industri harus beroperasi.

“Anies tidak melayangkan sanksi atau tidak berwenang memberi sanksi, maka PSBB cuma manipulasi politis, ” jelas Dedi.

Direktur Manajer Indonesia Political Opinion ini menerangkan, dari latar masalah yang disampaikan Anies adanya kurva yang menanjak terkait paparan pandemi. “Namun, ketika implementasi PSBB tidak benar, maka kebijakan itu hanya berorientasi populis, ” tegas Dedi. (tan/jpnn)

Simak! Video Alternatif Redaksi: