Site Overlay

Pembaca Disway: Entahlah

jpnn.com – Mungkin Anda juga penasaran: berapa banyak pembaca Disway.

Saya sulit menjawab. Saya juga tidak tahu.

Mungkin Anda juga merasa: saya tidak terlalu peduli dengan rating dan ranking. Disway juga tidak main judul untuk mengejar itu. Saya tidak mengejar itu.

Baca Juga:

Saya sering menggugat diri sendiri –ketika menulis: mengapa harus ada judul. Maka, saya buat saja judul sekenanya –seperti yang Anda sudah tahu.

Saya hanya tahu jumlah pembaca lewat angka di Disway.id. Itu pun kalau dirutnya, Gunawan Sutanto, tidak lupa memberi tahu saya.

Tentu saya juga tidak bisa memegang angka di Disway.id itu. Terlalu banyak yang membaca Disway tidak lewat Disway.id. Bukankah banyak yang membacanya lewat grup-grup WA. Atau lewat Facebook. Ada juga yang lewat perseorangan –yang sengaja mem-broadcast Disway di akun mereka.

Baca Juga:

Misalnya, ada orang bernama Warijan. Ia mem-posting ulang Disway. Tiap hari. Pembacanya bisa sampai 300.000 sehari –bila isinya lagi dianggap bagus.

Warijan itu orang Mojokerto. Awalnya ia buruh pabrik. Juga istrinya.