Site Overlay

Merasakan Dihakimi Media, Blessmiyanda Salahkan Pernyataan Anies yang Tak Jelas

jpnn. com , JAKARTA – Eks Kepala  BPPBJ DKI Jakarta Blessmiyanda tetap melakukan perlawanan balik terhadap tuduhan pelecehan seksual yang telah membuat nama baiknya tercoreng.    

Salah utama hal yang dia soroti adalah pemberitaan media massa yang sudah membingkai dirinya sebagai pelaku, meski tuduhan serius tersebut belum benar secara hukum.

“Salah satu penyebannya adalah pengumuman keputusan gubernur terkait pemberian sanksi terhadap Blessmiyanda yang tidak jelas dan membuat banyak bagian salah paham. Hal itu harus diluruskan demi nama baik klien saya, ” kata pengacara Blessmiyanda, Suriaman Pandjaitan dalam keterangannya, Jumat (30/4).

Baca Juga:

Gubernur Anies Baswedan menjatuhkan sanksi kepada Blessmiyanda lewat Kepgub Nomor 499 Tahun 2001 tertanggal 23 April 2021.

Tulisan keputusan tersebut menyebutkan kalau Blessmiyanda dianggap melanggar urusan 3 angka 6 Susunan Pemerintah Nomor 53 Tarikh 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Di sinilah segalanya jadi sangat disayangkan. Pokok pasal yang digunakan buat memberikan sanksi sama seluruhnya tidak membuktikan tentang pelecehan seksual. Tidak ada unsur menyangkut pelecehan seksual di dalam pasal itu, ” beber Suriaman.

Baca Juga:

Bahana pasal 3 angka 6 PP 53 Tahun 2010 itu adalah ‘Setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, Pemerintah, dan nilai PNS’.

“Pertanyaannya, di mana bagian pelecehan seksual dalam pencetus itu? Bagaimana bisa inspektorat membuktikan telah terjadi pelecehan seksual padahal unsur-unsur di dalam pasal itu pula tidak ada tentang pelecehan seksual? ” kata Suriaman.