Site Overlay

Masukan Komisi III untuk Polri Supaya tak Rontok di Pengadilan dalam Kasus Dangdutan Tegal

jpnn. com , JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Habiburokhman mendukung langkah tegas Polri menetapkan Wakil Ketua DPRD Kota Parak, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo sebagai tersangka.

Pasalnya, Wasmad dianggap sebagai inisiator konser dangdut di lapangan Tegal Selatan saat masa pandemi Covid-19.

Politikus Partai Gerindra tersebut menyarankan Polri agar menerapkan urusan yang pas terhadap tersangka.

Baca Juga:

“Saya menanyakan penerapan pasalnya, ” membuka Habiburokhman saat rapat kerja Tip III DPR dengan Kapolri Jenderal Idham Azis, Rabu (30/9).

Dia berpendapat bahwa yang paling pas diterapkan pada tersangka dalam kasus itu ialah Pasal 216 KUHP, ketimbang Bab 93 juncto Pasal 9 Ayat 1 UU Nomor 6 Tarikh 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Kalau bapak terapkan Pasal 93 juncto Pasal 9 Ayat 1 UU Kekarantinaan kesehatan tubuh, saya khawatir di pengadilan bisa rontok, ” ujar dia.

Baca Juga:

Pokok, Habiburokhman menjelaskan Pasal 93 UNDANG-UNDANG 6/2018 itu mensyaratkan ketidakpatuhan terhadap penyelenggaran kekarantinaan kesehatan itu mengakibatkan situasi kedaruratan kesehatan.

“Jadi harus ada akibat, sebab perbuatannya tersebut mengakibatkan kedaruratan, ” ujarnya.