Site Overlay

Kotor Elektronik Meningkat 21 Persen, Asia Penyumbang Terbesar

jpnn. com – Organisasi di bawah Bon Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurus kotor elektronik, Global E-Waste Statistic Partnership (GESP) mengeluarkan laporan yang menunjukkan sampah elektronik terus menggunung semenjak lima tahun terakhir.

“Naik 21 persen dalam lima tahun, ” kata GESP di kedudukan resmi mereka, dikutip Sabtu.

Laporan edisi ketiga The Global E-Waste Monitor 2020 dirilis pada Juni lalu, membuktikan sampah elektronik, atau  e-waste, ijmal pada 2019 mencapai 53, 6 metrik ton, rata-rata per kapita 7, 3 kilogram.

Baca Juga:

Kenaikan kotor elektronik per tahun mencapai 2, 5 juta metrik ton. Tatkala itu, kenaikan jika dibandingkan di dalam 2014 berjumlah 9, 2 metrik ton.

Keterangan tersebut menunjukkan Asia menyumbang kotor elektronik terbanyak pada 2019, sejumlah 24, 9 metrik ton, diikuti Amerika 13, 1 metrik ton.

Eropa memanifestasikan sampah elektronik sebanyak 12 metrik ton, diikuti Afrika dan Oseania masing-masing 2, 9 dan 0, 7 metrik ton.

Baca Juga:

Kenaikan kotor elektronik, menurut riset GESP dipicu tingkat konsumsi benda elektronik yang tinggi, usia pakai barang singkat dan hanya sedikit perbaikan.

Faktor ekonomi serupa turut berperan dalam sampah elektronik, yaitu urbanisasi, industrialisasi dan kemajuan pendapatan yang siap dibelanjakan atau  disposable income.