Site Overlay

Ini lah Delapan Rekomendasi 3rd ASEAN High-Level Conference on Social Protection

jpnn. com , JAKARTA – Indonesia melakukan berbagai cara menghadapi pandemi Covid-19. Salah satunya memberikan perlindungan berupa bantuan social (bansos) jaring pengaman sosial bagi warga yang terdampak langsung.

“Pemerintah Indonesia meningkatkan manfaat program jaring pengaman baik berupa bantuan sosial (bansos) dengan sudah dan akan dilanjutkan untuk penerima manfaat yang sudah terekam, ” kata Puja Dutta, utusan Indonesia dalam pertemuan  “3rd ASEAN High-Level Conference on Social Protection” melalui zoom meeting, Senin (14/12).

Menurut Puja, peningkatan ini dilakukan dengan memperluas cakupan agenda kepada warga miskin baru, bukan penerima manfaat dari sebelumnya.

“Pemanfaatan sistem itu untuk memberikan manfaat darurat yang baru dengan persyaratan administrasi dingin yang diterapkan untuk lebih mempercepat  penerima manfaat mengakses bansos itu, ” ngkapnya.

Srivinas Tata dari The United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP) menyatakan bahwa kurang sejak separuh penduduk Asia Pasifik setidaknya memiliki satu skema perlindungan baik. Hal ini dianggap masih nista dalam hal berinvestasi di bagian perlindungan sosial.

“Disarankan agar negara-negara di Asia Pasifik untuk meningkatkan jumlah tanggapan dan mengarahkan pajak untuk tercatat Indonesia, ” ngkap Srivinas.

Nuno Meira Simoes Cunha dari International Labour Organization (ILO) menilai bahwa pendapatan negeri tidak termasuk dana hibah tahun lalu sebagai berikut Indonesia menempati urutan terbawah.

“Urutan terbawah yaitu berada di tangga 13 persen dari produk pribumi bruto dan berselisih sedikit 0, 1 persen dengan Myanmar di  level 13, 1 persen, ” jelas Meira.

Hasil pertemuan tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi.

Prima, meningkatkan program perlindungan sosial dengan sudah berjalan atau ada ataupun sementara untuk menjadi lebih komprehensif. Serta menciptakan sistem perlindungan sosial yang tanggap terhadap bencana serta responsif terhadap gender.

Kedua, memperkuat sektor keuangan publik untuk perlindungan sosial. Mengidentifikasi sumber-sumber keuangan baru melalui pengembangan pendapatan iuran. Seperti,   memajukan pendapatan pajak, memanfaatkan cadangan fiskal dan devisa, meminjam atau merestrukturisasi utang dan mengadopsi kerangka ekonomi makro yang lebih akomodatif.

Ketiga, memperluas cakupan bansos dengan memasukan baik yang sudah ada sebelumnya atau tercatat, warga miskin baru, kelompok nonpenerima manfaat, dan kelompok rentan untuk memfasilitasi kemungkinan terjadi krisis pada masa yang akan datang yang mungkin jumlahnya akan melonjak sedang.

Keempat, menjamin akses fasilitas kesehatan yang berkualitas dengan memobilisasi dana publik tambahan untuk safeguarding. Memperluas cakupan metode perlindungan kesehatan dan perlindungan sosial selama dan setelah krisis.

Kelima, melindungi pekerja di sektor informal dengan memakai kombinasi skema iuran dan non-iuran yang juga akan memfasilitasi pertukaran ke sektor formal dalam masa panjang.

Keenam, memanfaatkan dan berinvestasi dalam teknologi gres dan solusi digital untuk memajukan layanan dan database perlindungan baik.

Ketujuh, menyerahkan perlindungan sosial yang memadai bagi perempuan.

Kedelapan, memperkuat koordinasi sistematis pada zona perlindungan sosial, kesehatan, perempuan & anak, ketenagakerjaan, penanggulangan bencana, lapangan pekerjaan, dan perubahan iklim untuk meningkatkan efisiensi.

Pertemuan daring tersebut menghadirkan narasumber dari Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development (SOMSWD, Food and Agriculture Organization (FAO), ASEAN Commission for Women and Children (ACWC).

Baca Juga:

Kemudian, ASEAN Committee for Migrant Worker (ACMW), ASEAN Secretariat, Asia Foundations, UNESCAP, Superior Labour Officials Meeting (SLOM), UNICEF, serta ILO.

Pada konferensi tersebut  hadir sebagai perwakilan Kementerian Sosial atau SOMSWD Indonesia adalah officials Biro Perencanaan, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak, Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Piawai. (*/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Mengucapkan Juga: