Site Overlay

Hanya Ada 1 Kebenaran yang Disepakati FPI dan Polisi

jpnn. com , JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan Kapitra Ampera mendukung usulan dibentuknya tim pencari fakta guna mengusut peristiwa dengan menewaskan enam orang Laskar FPI (Front Pembela Islam) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada Senin (7/12) lalu.

Dukungan tersebut disampaikan Kapitra karena sejauh tersebut masih terdapat dua versi dasar tentang kebenaran soal kronologi kejadian itu, yakni antara polisi dengan pihak FPI.

“Versi itu tentu harus diuji oleh pihak ketiga. Saya menunjang desakan untuk membentuk tim pencari fakta dari pihak ketiga, daripada Komnas HAM dan sebagainya itu saya dukung, ” ucap Kapitra saat berbincang dengan jpnn. com, Senin (14/12).

Baca Juga:

Mantan pengacara Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab ini mengatakan, sejauh ini hanya ada satu kebenaran yang bisa disepakati semua pihak termasuk FPI dan polisi mengenai peristiwa tersebut.

“Kebenaran itu kan cuma satu yang mampu disepakati oleh semua pihak bahwa ada korban meninggal enam orang dalam peristiwa itu. Itu yang disepakati bersama, ” lanjut Kapitra.

Selain itu, kata pria kelahiran Padang, 20 Mei 1966, terkait kenapa enam Laskar FPI itu ditembak, dan bagaimana kejadiannya, hingga soal kepemilikan senjata api, itu masih oleh sebab itu perdebatan.

Mengucapkan Juga:

Supaya tidak menimbulkan kesimpangsiuran kebenaran, dan tidak terprovokasi sebab fitnah, katanya, maka diperlukan adanya asesmen, penilaian dari pihak ketiga yang disebut tim pencari bahan tadi.

Tim itu bisa melakukan penilaian, serta investigasi terhadap peristiwa yang faktual dengan mengakomodasi pendapat kedua belah pihak ini.