Site Overlay

Gerhana Bulan Total hanya Berlaku 14 Menit, Begini Keistimewaannya

jpnn. com , JAKARTA – Peneliti di Observatorium Bosscha Yatny Yulianty mengungkap keunikan gerhana bulan total atau super blood moon yang akan berlangsung pada Rabu (26/5) hari ini.

Fenomena itu terjadi karena matahari, dunia, dan bulan akan berharta pada posisi sejajar. Kejadian tersebut disebabkan bulan hidup mengelilingi bumi sesuai orbit (garis edar).

“Peristiwa gerhana kamar itu sebetulnya bersiklus, berulang, karena ketiga benda tadi akan bergerak dalam mulia keharmonisan, ” kata kata pendahuluan Yatny Yulianty, dalam pancaran pers Biro Humas ITB.

Membaca Juga:

Oleh sebab itu, kata Yatny, wujud alam tersebut sekarang telah bisa diprediksi dengan jalan kapan akan terjadi teristimewa dan di mana mampu melihatnya.

“Itu sudah sangat bisa diprediksi secara astronomi, ” ucap Yatny.

Dia menjelaskan kecelakaan bulan tahun ini mau terjadi dua kali, yakni gerhana bulan total (GBT) pada 26 Mei 2021 dan gerhana bulan sebagian (GBS) pada 19 November 2021.

Baca Juga:

Yatny mengatakan fenomena gerhana bulan sendiri ada tiga jenis, yaitu gerhana bulan total, sebagian, dan penumbra.

Sementara tersebut, astronom Bosscha Agus Triono menyebut gerhana bulan total terjadi ketika hanya sebagian saja bayangan bumi dengan menutupi bulan.

Sementara gerhana bulan penumbra sulit dilihat secara nyata lantaran tidak terlalu berbeda dengan bulan purnama.