Site Overlay

Dapat Somasi dari PTPN VIII, FPI Bereaksi Begini

jpnn. com , BOGOR – PT Perkebunan Nasional (PTPN) VIII telah melayangkan somasi kepada Pesantren Agrokultural Markaz Syariah atas kepemilikan tanah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Atas adanya somasi tersebut, tim hukum Front Pembela Agama islam (FPI) langsung memberikan respons.  

Salah kepala anggota tim hukum FPI Aziz Yanuar menjelaskan, somasi yang disampaikan adalah error in persona.

Baca Juga:

Harusnya pihak PTPN VIII mengajukan komplain baik pidana maupun perdata kepada pihak yang menjual tanah tersebut, yakni kepada pihak pesantren ataupun Habib Rizieq Shihab.  

“Pihak pesantren secara diketahui semua aparat dari tiba kepala desa hingga Gubernur membeli tanah itu dari pihak lain yang mengaku dan menerangkan tanah itu miliknya. Pengakuan itu dibenarkan sebab pejabat yang terkait yang mendapati dan memproses administrasi peralihan untuk tanah tersebut, ” kata Aziz kepada JPNN. com, Minggu (27/12).  

Adam yang juga menjabat Wakil Sekretaris Umum FPI ini menambahkan, dilihat dari aspek hukum perdata & hukum acara perdata PTPN VIII keliru dan tidak memiliki dalih hukum untuk meminta pihak Buah hati Rizieq mengosongkan lahan.

Baca Juga:

“Kecuali ada putusan pengadilan yang berkekuatan patokan tetap yang memutuskan bahwa tempat pihak pesantren atau HRS jadi pembeli beritikad baik dibatalkan dengan kata lain somasi tersebut dini dan salah pihak, ” tambah Aziz.  

Pihak FPI mengklaim baru menyelami keberadaan SHGU Nomor: 299 tertanggal 4 Juli 2008 melalui surat nomor SB/I. 1/6131/XII/2020 tertanggal 18 Desember 2020.