Site Overlay

Bujang yang Mengalami Anemia Rentang Terjangkiti Covid-19

jpnn. com , SURABAYA – Dosen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair)  M. Atoillah Isfandiari mengatakan anak penderita anemia serta malnutrisi memiliki risiko yang sangat rentan terhadap Covid-19.

Kekurangan zat besi pada anak  bisa berakibat buruk pada kemajuan anak. Anemia pada anak serupa menjadi salah satu ciri bahwa anak kekurangan gizi.

“Anak yang mengalami stunting dan memiliki BMI rendah berisiko tinggi terkena Anemia, ” kata  ini.
 
WHO mendefinisikan bahwa anemia adalah sepadan kondisi di mana jumlah sel darah merah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan fisiologis tubuh.

Baca Juga:

Hal tersebut dapat memengaruhi kemampuan darah dalam mengantarkan oksigen. “Anak penderita stunting yang lahir dari ibu dengan anemia memiliki risiko bertambah besar daripada anak stunting dengan lahir dari ibu tidak anemia, ” ujar Atoillah.

Lanjutnya, secara umum, anemia disebabkan oleh berkurangnya sel pembawaan merah secara signifikan. Keadaan itu dapat disebabkan oleh pendarahan atau hancurnya sel darah merah dengan berlebihan. Selain itu, umur sel darah merah yang singkat akibat pembentukan hemoglobin juga memicu anemia.

“Pada anak-anak, anemia menyebabkan imunitas menurun jadi mudah terkena infeksi. Sel pembawaan merah mempunyai peran untuk menghasut kinerja sistem imun dalam melawan bakteri dan virus, ” ungkapnya.

Baca Selalu:

Selain itu, imbuhnya, anemia juga memengaruhi tumbuh kembang anak. Tempat melanjutkan, anemia memicu berat institusi yang tak kunjung naik dan menurunnya nafsu makan.

Selanjutnya, anemia juga menurunkan kemampuan belajar dan menyebabkan provokasi perkembangan kognitif pada anak. (ngopibareng/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Gambar Terbaru Berikut ini?