Site Overlay

Besar Mulai Melanda, BPBD Yogyakarta Antisipasi Krisis Air Terang

jpnn. com , YOGYAKARTA kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan sebesar langkah antisipasi terhadap kekeringan, khususnya distribusi air terang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kawasan (BPBD) Gunung Kidul Edy Basuki di Gunung Kidul menyatakan akan melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk membahas strategi mengantisipasi kekeringan.

Menurutnya, dalam waktu ini, pihaknya akan melakukan koordinasi secara berbagai instansi, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, PDAM, dan Paguyuban Air Menelan Masyarakat Yogyakarta (Pamaskarta).

Baca Pula:

“Setiap instansi mau menyiapkan langkah mengatasi kekeringan sesuai penugasan masing-masing. Sikap tersebut juga disiapkan bertemu kemampuan tiap instansi, ” kata Edy, di Yogyakarta, Senin (10/5).

Edy mengatakan BPBD juga pemetaan wilayah rawan kekeringan juga dilakukan berhubungan kecamatan.

Berdasarkan hasil koordinasi serta kesepakatan bersama telan menetapkan indikator untuk menentukan daya dampak kekeringan tersebut. Indikator mulai dari ketersediaan air di penampungan air hujan, penyaluran air bersih dibanding PDAM hingga potensi sumber mata air di provinsi setempat.

Baca Juga:

“Biasanya yang berpotensi kekeringan ialah wilayah yang belum ada jaringan PDAM dan Pamaskarta, hanya mengandalkan tampungan cairan hujan. Wilayah itu bakal menjadi prioritas distribusi minuman bersih, ” katanya.

Selain tersebut, kata Edy, BPBD Bukit Kidul sudah menyiapkan perkiraan sebesar Rp 700 juta untuk penanganan kekeringan tarikh ini. Anggaran mayoritas dimanfaatkan untuk kebutuhan penyaluran minuman bersih. Pada 2020, serapannya hanya sekitar Rp 350 juta hingga Rp 400 juta karena musim keringnya cenderung pendek.