Site Overlay

Bertarak kepada Perempuan dan Anak, HNW Minta Anggaran Kemen PPPA Ditambah

jpnn. com , JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid ngerasa prihatin dengan kondisi perempuan & anak-anak, termasuk anak yatim. Apalagi di tengah mewabahnya covid-19, ke-2 kelompok ini menjadi korban terbesar.

Karena itu legislator dengan beken disapa dengan panggilan HNW ini mengusulkan agar negara sungguh-sungguh hadir melindungi semua rakyat, tercatat perempuan dan anak-anak sesuai suruhan Pembukaan UUD 1945, dengan memerintahkan Kementerian Keuangan menambah anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Bani (PPPA).

“Kami sangat mendukung anggaran Kementerian itu dinaikkan, ” kata Hidayat dalam sambutan penyerahan bantuan spesifik agenda kesetaraan gender Kementerian PPPA pada Yayasan Yatim Jamiyatul Khair, Yayasan Al-Muhajirin, dan Majelis Taklim Malakul-Jannah secara daring di Jakarta, Senin (5/10).

Baca Juga:

Hidayat menilai kenaikan taksiran itu bisa dilakukan jika Kemen PPPA meningkatkan jumlah program buat perempuan dan anak-anak termasuk anak yatim. Apalagi, kaum perempuan   merupakan mayoritas WNI, yakni mencapai 51 persen dari total penduduk Indonesia.

Dan dengan memastikan bahwa program-program itu benar-benar memberdayakan perempuan dan menyimpan anak-anak, termasuk anak yatim, terserap seluruhnya, serta membawa dampak yang positif bagi mereka.

“Kalau dari sisi penyambut manfaat jumlahnya lebih dari 51 persen penduduk Indonesia, tetapi taksiran Kementerian PPPA (Rp 279, 5 miliar-red) justru lebih rendah dari anggaran satu direktorat jenderal kementerian lain, ” tutur Hidayat.

Baca Juga:

Arahan MPR sekaligus anggota Komisi VIII DPR ini menyebutkan, pemberian tumpuan dari Kementerian PPPA yang menterinya berasal dari Bali kepada lembaga-lembaga Islam di Jakarta, merupakan kelanjutan dari keteladanan pendiri bangsa, yang melepaskan diri dari sekat daerah dan agama ketika mengambil kebijaksanaan negara.

Pemimpin Partai Keadilan Sejahtera ini mencontohkan, pada periode 2009-2014 ketika Gajah Sosial merupakan seorang   Habaib (yakni Habib Salim Segaf Al-Jufri), bantuan juga banyak diberikan kepada warga non muslim di Papua dan Bali.